Tanah Afrika Makin Seksi di Mata Jepang

Perusahaan mobil Jepang terus memperluas jejak kaki mereka di tanah Afrika, yang masih terbilang masih sangat muda di sektor industri tersebut. Mereka diperkirakan bakal menggandakan investasi dalam 10 tahun ke depan.

Seperti Toyota Motor, yang akan menghabiskan sekitar 44 miliar yen atau Rp 5,6 triliun untuk di pabriknya di Durban, Afrika Selatan. Dana ditujukan untuk penambahan line produksi baru untuk proyek Innovative International Multi-purpose Vehicle, atau proyek IMV dan menargetkan pasar negara berkembang.

Toyota secara bertahap akan mengembangkan versi baru kendaraan IMV untuk pertama kalinya, setelah 11 tahun. Kemudian, Toyota juga akan meningkatkan volume produksi pikap Hilux, dan kendaraan lain, dari 120.000 unit menjadi 140.000 unit pertahun. Produk tersebut akan dijual di Afrika Selatan, dan tempat lain di Afrika dan Eropa.

Pabrik Durban sendiri sudah memperbanyak produksi tahunan untuk HiAce, di angka 40 persen. Di Afrika, kendaraan komersial memiliki permintaan tinggi, karena dapat berfungsi sebagai minibus (alat transportasi massal). Selain itu, Toyota juga berusaha untuk bisa memproduksi komponennya di dalam negeri, untuk menghemat biaya impor.

Sementara Nissan Motor, ikut terus melangkah maju demi meningkatkan penjualan di Afrika Selatan di bawah merek Datsun, di mana sedang dihidupkan kembali untuk mengembangkan pasar. Datsun saat ini sudah memiliki 90 diler, atau naik tiga kali lipat dari 2014.

Memperkuat kehadirannya di pasar terbesar di benua itu, Nissan menargetkan menjadi 10 persen di tahun fiskal yang berakhir Maret 2017. Pangsa pasar Datsun pada 2014 ada angka 7 persen.

Tidak hanya mobil penumpang, produsen kendaraan komersial Jepang juga ikut memperluas operasinya di Afrika. Mereka mengincar proyek infrastruktur resmi dan beberapa proyek bantuan ekonomi dari Jepang. Hino Motors akan mulai menjual truk di Pantai Gading pada tahun 2017. Mitsubishi Fuso Truck dan Bus telah resmi meluncurkan truk heavy-duty baru di Kenya.

Prediksi Pasar Afrika

Sekitar 1,55 juta kendaraan terjual di Afrika pada tahun 2015, menurut data dari Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor atau International Organization of Motor Vehicle Manufacturers. Afrika hanya berkontribusi 2 persen dari pasar global.

Namun penjualannya masih bisa tumbuh hampir 40 persen lebih sepanjang satu dekade. Tingkat pendapatan yang meningkat diharapkan bisa MENUMBUHAKN penjualan lebih jauh. Periset pasar otomotif dari Amerika, Frost & Sullivan memperkirakan, penjualan akan mencapai 3,26 juta unit, pada tahun 2025, dua kali lipat dari 2016. Ini akan menempatkan pasar Afrika kira-kira setara dengan skala pasar Jerman saat ini.

Kendala

“Namun, kondisi ekonomi Afrika rentan terpengaruh oleh perubahan harga minyak mentah dan mineral, yang dampaknya akan signifikan kepada pasar mobil,” ujar Takashi Morimoto, konsultan senior di Frost & Sullivan.

Kemudian produsen komponen dan suku cadang yang masih sedikit di Afrika, memaksa produsen Jepang bergantung pada impor. Ini menghadapkan mereka pada fluktuasi valuta asing. Kemudian mata uang negara berkembang yang lemah, cukup menyakiti profitabilitas atau kentungan.

Lebih dari itu, pemogokan sering terjadi di Afrika Selatan dan negara-negara lain dengan serikat pekerja yang kuat. Ini membuat hubungan manajemen dan pekerja harus selalu stabil. Kerap bergesernya kebijakan perpajakan dan persaingan dengan mobil bekas juga menimbulkan tantangan.

Iklan

Baru Muncul, Nissan Serena Terbaru Bermasalah

Nissan Motor Jepang mengumumkan kampanye perbaikan massal alias recall, Rabu (7/9/2016) untuk model minivan domestiknya, Serena. Selain menarik kembali, Nissan juga berhentikan sementara pengiriman kepada konsumen, untuk terlebih dahulu diperbaiki masalah fungsi idling stop.

Pihak Nissan mengatakan, penarikan kembali dilakukan untuk 9.481 unit Serena, yang mulai dijual sejak 24 Agustus 2016. Model terebut memiliki risiko hubungan pendek arus listrik atau korsleting, selama penggunaan fungsi idling stop system.

Baca juga : Generasi Baru Serena Debut di Jepang, Bisa “Otonomos”

“Permasalahan mengenai kecacatan yang terjadi ini, awalnya dilaporkan oleh salah satu diler Nissan, di mana saat terjadi insiden, muncul percikan api kecil di bawah kap mesin,” ujar pihak Nissan, dilansir Reuters, Rabu (7/9/2016).

Sebagian besar kendaraan yang terkena recall masih ada dalam proses pengiriman, atau masih tersmpan di diler Nissan seluruh Jepang. Sementara sekitar 600 unit telah dikirim ke pelanggan, dan diharapkan recall akan cepat dilakukan, sehingga pengiriman bisa dilanjutkan minggu depan.

Serena ini adalah model pertama Nissan yang memiliki fitur semi-otonom baru, termasuk fungsi stop-start otomatis. Seorang juru bicara mengatakan bahwa masalah yang terjadi pada idling-stop system, tidak ada hubungannya dengan fitur semi-otonom.

Cara GM Memanjakan Konsumen Kala Macet

Mengendarai mobil terlalu lama berkontribusi terhadap munculnya sakit punggung. Hal itu disebabkan tekanan pada pinggang 40 persen lebih besar saat duduk dibandingkan berdiri. Pemikiran General Motors (GM) China mengembangkan kursi khusus antipegal perlu diapresiasi.

Langkah kongkret itu berangkat dari permasalah di China, bahwa para pekerja di Beijing harus menghabiskan waktu rata-rata 54 menit dan jarak 18 km tiap hari. Angka-angka itu bisa lebih besar jika mereka harus antar-jemput anak-anak ke sekolah.

Jadi tidak heran, di China, begitu juga di sejumlah negara dengan populasi padat, kenyamanan kabin selalu menjadi salah satu prioritas utama untuk membeli sebuah mobil.

”Ketika Anda berada di kemacaten, kenyamanan kursi menjadi sangat penting. Inilah yang dikatakan konsumen, kami dengarkan dan respons dengan mengembangkan jok yang tak hanya nyaman, tetapi juga awet,” kata Interior Product Engineer GM China, Siller Sun, mengutip Autocarpro (7/9/2016).

Para insinyur di GM China pun mengujicoba berbagai jenis kursi untuk memastikan kenyamanan maksimal. Faktor-faktor penentunya adalah sistem canggih pada kursi, evaluasi dari konsumen, dan bentukan jok yang paling pas menyesuaikan dengan badan manusia.

Demi keperluan ini, para insinyur dibantu ”Oscar”, manekin yang digunakan untuk alat bantu simulasi agar mendapatkan layout interior yang pas dan mengukur ruangan senyaman mungkin.

GM juga menggunakan teknologi digital pressure-mapping untuk mengukur tekanan bagian punggung manusia pada permukaan jok. Alat ini mengumpulkan lebih dari 4.600 poin data untuk ditransfer ke komputer, dan menggambarkan bagaimana penumpang duduk serta posisinya.

Sebagai reaksi dari alat itu, para insinyur juga pakai robot untuk menyimulasikan efek dari tekanan jok dan daya pantul. Ini membantu menciptakan jok agar tak terlalu empuk, juga tak terlalu keras.

Kendati demikian, tak hanya robot dan manekin. GM juga mengevaluasi kinerja kursi antipegal itu dengan menggandeng sukarelawan yang harus duduk berjam-jam dan ratusan km untuk memastikan prototipe jok lahir sempurna.

Transmisi Otomatis Baru 8-Percepatan dari Kia

Kia telah merilis gambar, video, dan rincian tentang transmisi otomatis terbaru 8-percepatan, yang diciptakan untuk model kendaraan berpenggerak front-wheel drive (FWD). Mesin baru ini, dikembangkan selama empat tahun, sejak 2012.

Sebelumnya, Kia sudah memiliki mesin dengan transmisi otomatis 8-percepatan, namun untuk penggerak roda belakang (rear-wheel drive/RWD), terdapat pada K900. Jadi nampaknya Kia sudah cukup berpengalaman membangun teknologi transmisi 8-percepatan, yang kali ini untuk FWD.
Motoing.Com.Au
KIa luncurkan transmisi aotomatis baru 8-percepatan.Transmisi baru ini memiliki ukuran yang serupa dengan 6-percepatan konvensional, tapi teknologi ini diklaim punya bobot yang lebih ringan 3,7kg. Di sisi teknis, fitur pompa minyak dibuat lebih kompak, atau merupakan yang terkecil dari semua jenis yang ada di kelasnya.
Kia mengklaim, transmisi ini akan meningkatkan efisiensi bahan bakar, perubahan gigi lebih pendek (gearshift), akselerasi cepat, dan bisa merasakan performa baik pada gigi rendah. Transmisi terbaru ini pertama kali akan disematkan pada model Kia Cadenza 2017, yang akan dijual untuk pasar global.

Transmisi terbaru 8-percepatan ini akan didukung mesin bensin 3.3-L V6 GDI. Selain Cadenza, teknologi ini juga akan diaplikasikan pada sejumlah model mobil berpenggerak FWD Kia lainnya di masa depan.

Penjualan SUV Mercy di Dunia Naik 40%

Pabrikan Jerman Mercedes-Benz mengukuhkan diri sebagai produsen mobil premium terlaris di dunia karena telah berhasil menjual 156.000 unit mobil di Agustus lalu.

Angka itu mengalami kenaikan sebesar 11,8 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya dan dan membukukan rekor baru sepanjang 3,5 tahun terakhir. Dari Januari hingga Agustus ini, Mercedes berhasil menjual 1.326.635 unit naik 11,7 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama.

Penjualan SUV Mercy di Dunia Naik 40%

Kesuksesan ini salah satunya didorong oleh naiknya penjualan model SUV hingga mencapai 40 persen atau sekitar 56.286 unit pada Agustus kemarin. Model SUV Mercedes yang paling populer bulan lalu adalah GLA yang rencananya akan dilakukan facelift pada tahun depan yang diikuti GLC yang lebih besar. SUV Mercedes sendiri sejak 2011 telah mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.

“Mercedes-Benz telah berhasil menjual lebih dari 4 juta SUV di seluruh dunia. Popularitasnya semakin naik dari tahun ke tahun hingga bisa mencapai pertumbuhan double digit , SUV sangat berkontribusi terhadap penjualan keseluruhan Mercedes-Benz di Agustus ini,” ungkap anggota dewan manajemen Daimler AG yang bertanggung jawab untuk pemasaran dan penjualan Mercedes-Benz, Ola Kallenius dalam siaran pers, Rabu (7/9/2016).

Sepertinya tren positif ini akan terus berlanjut seiring dengan Mercy yang juga menyiapkan sejumlah model crossover yang akan diluncurkan. Seperti misalnya di kuartal pertama 2017 Mercy akan meluncurkan Mercedes-AMG GLC43 Coupe diikuti GLA facelift yang versi coupenya akan diluncurkan di semester pertama tahun berikutnya dan juga diikuti pick up truck yang pertama kali dibuat Mercy dua bulan setelahnya.

Di 2018 Mercy akan mengenalkan generasi terbaru GLE SUV dengan varian mesin diesel, bensin, dan hybrid. Tidak hanya itu, para teknisi Mrcy juga tengah menyiapkan Geländewagen yaitu seri legendaris G-Class boxy untuk off road di 2018 atau 2019.