SUV Mercedes Terjual 4 Juta Unit di Dunia

Sampai Agustus 2016, penjualan SUV Mercedes-Benz telah mencapai 4 juta unit di seluruh dunia. Angka itu bisa tercapai sebab total pasar kendaraan merek Jerman ini selalu tumbuh sejak 2011.

“Mercedes-Benz telah mengirimkan lebih dari empat juta unit SUV ke konsumen di seluruh dunia,” ujar Ola Kallenius, anggota direksi induk Mercedes-Benz, Daimler AG, disiarkan Inautonews, Rabu (7/9/2016).

Line up SUV Mercedes terdiri dari GLA, GLC, GLE, GL, dan G. Popularitasnya bakal makin besar kata Kallenius.

Mercedes sudah menyiapkan pilihan SUV baru buat menunjang itu, misalnya AMG GLC43 Coupe yang rencanaya hadir awal 2017. Setelah itu crossover GLA akan disegarkan dan versi kupe bakal menyusul. Mercedes juga akan memasuki segmen baru, pikap kabin ganda berbasis Nissan NP 300 Navara yang datang pada 2018.

Bukan cuma SUV yang makin laris, pada Agustus lalu penjualan Mercedes mencapai 156.000 unit atau naik 11,8 persen dibanding bulan sebelumnya. Total selama delapan bulan 2016 Mercedes telah melepas 1.326.635 unit.

Sekilas Menatap Honda Freed Modulo

Honda Freed generasi baru kembali gentayangan di dunia maya meski belum meluncur secara resmi. Setelah ketahuan sedang dites di jalan raya tanpa kamuflase, dan tampang asli juga sudah beredar, kini giliran versi Modulo menampakkan diri.

Foto-foto yang beredar pertama kali dipublikasikan pengguna Twitter dengan akun @wonder_motul, membeberkan beberapa Freed terbaru sudah menggunakan jubah Modulo. Ada lima Freed Modulo diparkir dan disiapkan untuk jalan.

Salah satu dari lima Freed yang tertangkap kamera cukup jelas menunjukkan tampang dengan tulisan ”Modulo” pada bagian depan. Ini pula yang menegaskan bahwa paket aksosori dari tuner resmi Honda selain Mugen itu siap berpartisipasi mempercantik tampilan Freed terbaru.

Wajah Freed Modulo pun cukup berbeda dengan desain gril khas lebih sporty dan body kit samping. Gril tersebut dipadu dengan garis trapesium yang menggunakan krom. Di belakang, juga tampak adanya reflektor vertikal pada bemper.

Sudah ada laporan yang menyebut bahwa model ini siap dipasarkan di Jepang bulan ini. Tidak ada spesifikasi lain yang terungkap, hanya disebutkan bahw MPV boxy ini akan sedikit lebih panjang untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang.

Merek Lokal China Masih Berharap Ada Proteksi

Saat ini, Cina adalah pasar otomotif terbesar di dunia, dari jumlah produksi dan penjualan mobil. Tapi untuk melindungi industri dalam negerinya, pemerintah China telah mengatur pembatasan kepemilikan asing terhadap perusahaan lokal.

Pada dasarnya, kebijakan tersebut mengatur produsen mobil asing yang masuk ke China, harus melalui kemitraan dengan produsen lokal, dengan kepemilikan saham tidak lebih dari 50 persen. Di mana harapan ke depan, produsen lokal bisa menyerap keahlian teknologi dan operasional merek asing tersebut.

Xu Shaoshi, Kepala National Development and Reform Commission China menyampaikan kabar baru, di mana pemerintah saat ini sedang dalam wacana untuk mencabut kebijakan tersebut, yang berlaku sejak tahun 1994, mengutip Carscoops dari Bloomberg, Rabu (7/9/2016). Namun, produsen lokal berharap agar pemerintah memperpanjang rencana tersebut, lima sampai delapan tahun.

Itu untuk memastikan perusahaan China siap untuk menghadapi persaingan yang akan mereka hadapi nantinya. Pihak China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) juga menyatakan, perusahaan lokal masih terlalu lemah untuk bersaing dengan perusahaan seperti General Motor (GM) dan Volkswagen (VW).

Ye Shengji, Deputy Secretary-General CAAM mengusulkan, agar pemerintah mencabut kebijakan tersebut secara bertahap, sesuai dengan bagian-bagian mana yang sudah dikuasai oleh produsen lokal.

“Ketika pencabutan itu merupakan sesuatu yang tidak bisa ditahan, maka pemerintah harus melakukannya secara bertahap dan teratur, tidak sekaligus. Jika pemerintah melakukannya sekaligus, maka produsen lokal tidak akan bertahan, karena seluruh rantai pasok masih ada di tangan asing,” ujar Ye Shengji.

Konsep Cantik Merek Mobil Asal Polandia

Varsovia Motor Company (VMC) dari Polandia menjadi merek pembuat mobil yang mungkin belum pernah Anda dengar. Tapi meski kurang populer, mereka melakukan gebrakan dengan merilis konsep yang dinamai Varsovia dengan tampang cantiknya.

Banyak kredit mengalir untuk perusahaan ini dari kalangan otomotif, namun banyak juga yang meragukan, apakah Varsovia akan menggelinding dan dipajang di showroom seluruh dunia.
Inautonews
Varsovia Concept adalah sedan luks dengan konsep hybrid.
Tapi yang jelas, ada keberanian dari merek ini untuk setidaknya menonjolkan teknologi hybrid bertenaga dahsyat untuk sedan luks. Varsovia menjawab tantangan dunia akan mobil ramah lingkungan.
Varsovia Concept menggunakan penggerak tenaga listrik dan mesin konvensional yang sekaligus bertugas sebagai generator baterai. Klaim perusahaan, mobil ini bisa bergerak 350 km hanya dengan motor listriknya. Jarak itu makin jauh, menjadi 850 km jika dipadukan dengan mesin bensin.
Inautonews
Interior mengedepankan desain futuristik.
Soal desain, konsep sedan ini disodorkan oleh studio desain Kadler yang terletak di dekat Warsawa. Uniknya, dikatakan bahwa desain terinspirasi dari ikan duyung yang menjadi salah satu ikon kota.
VMC dikabarkan siap memproduksi mobil ini sebanyak 50 unit pada 2018 mendatang. Debut perdana dijanjikan pada salah satu pameran otomotif dunia, meski belum disebut waktunya.

Tanah Afrika Makin Seksi di Mata Jepang

Perusahaan mobil Jepang terus memperluas jejak kaki mereka di tanah Afrika, yang masih terbilang masih sangat muda di sektor industri tersebut. Mereka diperkirakan bakal menggandakan investasi dalam 10 tahun ke depan.

Seperti Toyota Motor, yang akan menghabiskan sekitar 44 miliar yen atau Rp 5,6 triliun untuk di pabriknya di Durban, Afrika Selatan. Dana ditujukan untuk penambahan line produksi baru untuk proyek Innovative International Multi-purpose Vehicle, atau proyek IMV dan menargetkan pasar negara berkembang.

Toyota secara bertahap akan mengembangkan versi baru kendaraan IMV untuk pertama kalinya, setelah 11 tahun. Kemudian, Toyota juga akan meningkatkan volume produksi pikap Hilux, dan kendaraan lain, dari 120.000 unit menjadi 140.000 unit pertahun. Produk tersebut akan dijual di Afrika Selatan, dan tempat lain di Afrika dan Eropa.

Pabrik Durban sendiri sudah memperbanyak produksi tahunan untuk HiAce, di angka 40 persen. Di Afrika, kendaraan komersial memiliki permintaan tinggi, karena dapat berfungsi sebagai minibus (alat transportasi massal). Selain itu, Toyota juga berusaha untuk bisa memproduksi komponennya di dalam negeri, untuk menghemat biaya impor.

Sementara Nissan Motor, ikut terus melangkah maju demi meningkatkan penjualan di Afrika Selatan di bawah merek Datsun, di mana sedang dihidupkan kembali untuk mengembangkan pasar. Datsun saat ini sudah memiliki 90 diler, atau naik tiga kali lipat dari 2014.

Memperkuat kehadirannya di pasar terbesar di benua itu, Nissan menargetkan menjadi 10 persen di tahun fiskal yang berakhir Maret 2017. Pangsa pasar Datsun pada 2014 ada angka 7 persen.

Tidak hanya mobil penumpang, produsen kendaraan komersial Jepang juga ikut memperluas operasinya di Afrika. Mereka mengincar proyek infrastruktur resmi dan beberapa proyek bantuan ekonomi dari Jepang. Hino Motors akan mulai menjual truk di Pantai Gading pada tahun 2017. Mitsubishi Fuso Truck dan Bus telah resmi meluncurkan truk heavy-duty baru di Kenya.

Prediksi Pasar Afrika

Sekitar 1,55 juta kendaraan terjual di Afrika pada tahun 2015, menurut data dari Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor atau International Organization of Motor Vehicle Manufacturers. Afrika hanya berkontribusi 2 persen dari pasar global.

Namun penjualannya masih bisa tumbuh hampir 40 persen lebih sepanjang satu dekade. Tingkat pendapatan yang meningkat diharapkan bisa MENUMBUHAKN penjualan lebih jauh. Periset pasar otomotif dari Amerika, Frost & Sullivan memperkirakan, penjualan akan mencapai 3,26 juta unit, pada tahun 2025, dua kali lipat dari 2016. Ini akan menempatkan pasar Afrika kira-kira setara dengan skala pasar Jerman saat ini.

Kendala

“Namun, kondisi ekonomi Afrika rentan terpengaruh oleh perubahan harga minyak mentah dan mineral, yang dampaknya akan signifikan kepada pasar mobil,” ujar Takashi Morimoto, konsultan senior di Frost & Sullivan.

Kemudian produsen komponen dan suku cadang yang masih sedikit di Afrika, memaksa produsen Jepang bergantung pada impor. Ini menghadapkan mereka pada fluktuasi valuta asing. Kemudian mata uang negara berkembang yang lemah, cukup menyakiti profitabilitas atau kentungan.

Lebih dari itu, pemogokan sering terjadi di Afrika Selatan dan negara-negara lain dengan serikat pekerja yang kuat. Ini membuat hubungan manajemen dan pekerja harus selalu stabil. Kerap bergesernya kebijakan perpajakan dan persaingan dengan mobil bekas juga menimbulkan tantangan.

Baru Muncul, Nissan Serena Terbaru Bermasalah

Nissan Motor Jepang mengumumkan kampanye perbaikan massal alias recall, Rabu (7/9/2016) untuk model minivan domestiknya, Serena. Selain menarik kembali, Nissan juga berhentikan sementara pengiriman kepada konsumen, untuk terlebih dahulu diperbaiki masalah fungsi idling stop.

Pihak Nissan mengatakan, penarikan kembali dilakukan untuk 9.481 unit Serena, yang mulai dijual sejak 24 Agustus 2016. Model terebut memiliki risiko hubungan pendek arus listrik atau korsleting, selama penggunaan fungsi idling stop system.

Baca juga : Generasi Baru Serena Debut di Jepang, Bisa “Otonomos”

“Permasalahan mengenai kecacatan yang terjadi ini, awalnya dilaporkan oleh salah satu diler Nissan, di mana saat terjadi insiden, muncul percikan api kecil di bawah kap mesin,” ujar pihak Nissan, dilansir Reuters, Rabu (7/9/2016).

Sebagian besar kendaraan yang terkena recall masih ada dalam proses pengiriman, atau masih tersmpan di diler Nissan seluruh Jepang. Sementara sekitar 600 unit telah dikirim ke pelanggan, dan diharapkan recall akan cepat dilakukan, sehingga pengiriman bisa dilanjutkan minggu depan.

Serena ini adalah model pertama Nissan yang memiliki fitur semi-otonom baru, termasuk fungsi stop-start otomatis. Seorang juru bicara mengatakan bahwa masalah yang terjadi pada idling-stop system, tidak ada hubungannya dengan fitur semi-otonom.

Cara GM Memanjakan Konsumen Kala Macet

Mengendarai mobil terlalu lama berkontribusi terhadap munculnya sakit punggung. Hal itu disebabkan tekanan pada pinggang 40 persen lebih besar saat duduk dibandingkan berdiri. Pemikiran General Motors (GM) China mengembangkan kursi khusus antipegal perlu diapresiasi.

Langkah kongkret itu berangkat dari permasalah di China, bahwa para pekerja di Beijing harus menghabiskan waktu rata-rata 54 menit dan jarak 18 km tiap hari. Angka-angka itu bisa lebih besar jika mereka harus antar-jemput anak-anak ke sekolah.

Jadi tidak heran, di China, begitu juga di sejumlah negara dengan populasi padat, kenyamanan kabin selalu menjadi salah satu prioritas utama untuk membeli sebuah mobil.

”Ketika Anda berada di kemacaten, kenyamanan kursi menjadi sangat penting. Inilah yang dikatakan konsumen, kami dengarkan dan respons dengan mengembangkan jok yang tak hanya nyaman, tetapi juga awet,” kata Interior Product Engineer GM China, Siller Sun, mengutip Autocarpro (7/9/2016).

Para insinyur di GM China pun mengujicoba berbagai jenis kursi untuk memastikan kenyamanan maksimal. Faktor-faktor penentunya adalah sistem canggih pada kursi, evaluasi dari konsumen, dan bentukan jok yang paling pas menyesuaikan dengan badan manusia.

Demi keperluan ini, para insinyur dibantu ”Oscar”, manekin yang digunakan untuk alat bantu simulasi agar mendapatkan layout interior yang pas dan mengukur ruangan senyaman mungkin.

GM juga menggunakan teknologi digital pressure-mapping untuk mengukur tekanan bagian punggung manusia pada permukaan jok. Alat ini mengumpulkan lebih dari 4.600 poin data untuk ditransfer ke komputer, dan menggambarkan bagaimana penumpang duduk serta posisinya.

Sebagai reaksi dari alat itu, para insinyur juga pakai robot untuk menyimulasikan efek dari tekanan jok dan daya pantul. Ini membantu menciptakan jok agar tak terlalu empuk, juga tak terlalu keras.

Kendati demikian, tak hanya robot dan manekin. GM juga mengevaluasi kinerja kursi antipegal itu dengan menggandeng sukarelawan yang harus duduk berjam-jam dan ratusan km untuk memastikan prototipe jok lahir sempurna.